Catatan Relawan Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Sekitar tanggal 29 November 2021 tepat pada hari Minggu. Gunung Ile Lewotolok memuntahkan isi pada perutnya berupa erupsi gunung merapi. Masih membekas pada ruang tengah ingatan bahwa kondisi Lembata khususnya warga Ile Ape yang terkena dampak gunung  tersebut sangat penuh sesak dengan hiruk pikuk orang lalu-lalang menyelamatkan diri, harta benda serta hewan ternak peliharaan yang sudah dipelihara dengan baik bahkan sebagaian warga sudah berharap tahun ini bisa merayakan natal dengan damai dan memotong hewan ternak mereka pada natal nanti. Namun, apa mau dikata? Alam punya misterinya sendiri, bencana bisa datang kapan saja tanpa memberi aba-aba. Gunung juga bisa mengeluarkan isi perutnya tanpa janjian pada makhluk hidup lainnya.

Hari itu sebagian warga Ile Ape yang terkena dampak mulai dialihkan untuk mengungsi di beberapa tempat di kota Lewoleba salah satunya bertempat di halaman perpustakaan daerah Lewoleba. Bantuan datang dari segala penjuru untuk membantu masyarakat tanah Lembata. Pakian bekas layak pakai, selimut, susu, serta sandang pangan lainnya dikirim ke Lembata untuk mereka yang membutuhkan. Beberapa orang terluka, bahkan trauma yang cukup berat dirasakan oleh warga Ile Ape. Anak-anak terpaksa ditunda kegiatan belajar mengajar, orang tua yang sudah mendekati usia senja serta ibu hamil dan anak bayi terpaksa meninggalkan kampung dan tinggal sementara di tenda pengungsian.

Malam-malam serta hari-hari yang dilalui di tenda pengungsian sudah pasti kurang menyenangkan, kita semua setuju tempat ternyaman adalah rumah sendiri bukan?. Pada saat kemelut seperti ini jiwa-jiwa kemanusiaan setiap manusia dipanggil untuk sekedar memberi kasih serta membangun asa bersama mereka yang hampir putus asa tentang rumah-rumah mereka yang sudah berlobang atapnya akibat terkena erupsi gunung, hewan peliharaan yang mati begitu saja akibat abu vulkanik yang panas datang menghampiri serta kampung halaman yang sudah tak sebagus dahulu sebelum gunung memuntahkan isinya. Siapa yang tahu pada malam sunyi di tenda pengungsian ina-ina (dalam bahasa lamaholot artinya mama) menangis di dalam hati serta ama-ama (dalam bahasa Lamaholot artinya bapak) yang duduk termenung dan berfikir setelah ini harus bagaimana?

 

            Ali Shariati seorang revolusioner Iran pernah mengemukakan suatu konsep ideologi Raushanfikr, yang secara singat berarti orang yang peka’ akan permasalahan sosial yang terjadi serta dapat melahirkan solusi yang ada. Manusia tidak boleh diam atau ditakhlukam oleh komdisi sekitar harus terus bergerak dan berproses untuk mencapai kesempurnaan. Syarat untuk sampai pada kesempurnaan adalah kesadaran, kebebasan, kreaktifitas. Ali shariati sangat mendukung kehidupan sosial yang humanis atau dalam bahasa lain memanusiakan manusia. Dalam islam Allah SWT, mengharapkan kehidupan masyarakat sosial seperti konsep Ummah. dalam bahasa Arab Ummah berarti ibu, sifat yang melekat pada seorang Ibu adalah penuh kasih sayang, selalu mengayomi, memberikan hal-hal baik dan masih banyak lagi. Hal inilah yang diharapkan pada masyarakt agar bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

            Menrut saya, dalam kerja-kerja sosial sudah sepatutnya kita melakukan tanpa memandang perbedaan suku, agama, bahasa dan lain sebagainya. Bukankan Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan yang baik sering melakukan hal-hal baik pada masyarakat umum tanpa memandang agama dan suku? Bahkan pernah dikisahkan nabi Muhammad SAW menyuapi seorang nasrani yang buta. 10 Desmber 2021 saya menjadi seorang relawan yang trauma healing bagi anak-anak pengungsi korban erupsi gung Ile Lewotolok yang tergabung dalam komunitas Ta’an Tou dan Simpasio Institute. Sangat menyenangkan menjadi seorang relawan, ini pengalamann berharga yang nilainya tak bisa dibayar dengan apapun.

            Saat itu saya merupakan mahasiswi tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dan menunggu revisian dari dosen pembimbing, sembari menunggu saya menyempatkan sedikit waktu untuk menjadi relawan. Banyak kejadian seru yang menggelitik bahkan memilukan ketika saya menjadi relawan. Beberapa posko yang saya datangi sebagian anak bahkan mengatakkan dengan logat dialek khas Lembata bahwa “kami tidak tau apa yang terjadi leh kaka, kami tau tuh kami punya gunung bunyi besar sekali jo orang datang jemput kami tinggal di posko nih kaka”. Sebagian mereka kadang bercerita bahwa mereka merindukan kampung halaman dan gunung tempat mereka bernaung.

            Selama di posko saya mendapat banyak sekali pelajaran hidup yang berharga. Hari terus bergulir gunungpun masih tetap erupsi, dan anak-anak masih menempati posko pengungsian. Hingga datang hari natal, yang mengharuskan mereka merayakan natal di posko pengungsian. Pada saat menjelang natal saya ditunjuk menjadi koordinator untuk acara kecil-kecilan di posko pengungsian SDN Wangatoa, berbagai persiapan saya dan teman-teman lakukan untuk memeriahkan hari raya natal bersama. Kami merencanakan untuk melakukan  nonton bersama film pendek yang berkaitan dengan natal serta membagikan kado ulang tahun untuk anak-anak di hari raya natal mereka. Badai pasti berlalu begitu kata orang, tepat pada tanggal 3 januari anak-anak istimewa ini dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Dear anak-anak istimewa yang menempati posko-posko pengungsiaan. Teriring salam dan doa semoga kalian sehat selalu, semoga kalian bahagia selalu. Tidak pernah terlintas sebelumnya di benak bahwa Semesta akan mempertemukan kita di waktu yang istimewa. Lambaian tangan-tangan kalian yang mengantarkan kami pergi meninggalkan posko adalah candu untuk kami datang kembali. Wajah-wajah lugu yang dihiasi mata-mata penuh tanya seakan membuat kami ingin menghujani pipi dengan butir-butir air mata. Kalian semua istimewa, Tuhan tidak pernah menimpahkan segala sesuatu dengan sia-sia. Sesekali kalian berpesan "kaka kalau main-main ke ile ape mampir ke desa kami ee, yang lain menyusul berkata kaka nanti kalau kami ketemu kaka di jalan kami tegur kaka" dengan logat mereka yang khas. Kalian istimewa. Kami kuat karena kalian. Salam rindu untuk kalian semua yang akan segera kembali ke kampung masing-masing, kelak semua akan menjadi kenang-kenangan. Hope that we’ll meet again in better condition of yours. 

 






Komentar

Postingan Populer