Sebuah puisi untuk sang Khalik
Di perbatasan waktu nan sunyi, beta meninggalkan peraduan semerbak menuju kekasih beta. Pantaskah beta memanggilnya kekasih?? Ahhh, sudahlah.
Engkau tak usah permasalahkan kata kekasih itu. Yang beta tau, kami saling mencinta. Merajuk beta padaNYA, membisikkan segala keinginan beta.
Duhai Kekasih, maafkan beta yang sering menghianatiMU, dengan urusan dunia. Maafkan beta yang begitu menikmati dosa berulang-ulang.

Komentar
Posting Komentar