Kepadamu
Kepadamu:
Aku sedang belajar menelaah perasaan-perasaan kita yang bertaut pada sepasang mata kita yang berbinar.
Layaknya udara di oase, angin di pantai, atau irama degub jantungmu yang pemalu itu. Hal-hal semacam itu aku tengah belajar memahami tanpa kau ajari.
Aku tengah meleburkan rasa cemburu di dadaku yang tiada henti berlari di pikiranku. Ada kalanya cemburu seperti api yang membakar ku sampai jadi debu.
Padahal aku sedikit tahu bahwa kau tak seperti itu.
Aku tengah belajar menjadi rumah yang ramah, yang bersedia memberi peluk-peluk hangat pada pelikmu yang kusut. Maka, selama bumi masih berputar pada kita tetaplah di sini.

Komentar
Posting Komentar