Untuk Najamudin lelaki manis yang sedang berada di sisiku
Dua puluh empat februari dua ribu dua puluh tiga: gelisah ku membelah diri beranak pinak menjadi banyak atas nama rindu pada hati yang paling palung.
Ingatanku berputar-putar dan porosnya adalah kamu, entah bagaimana cara kerjanya.
Barangkali sesekali waktu aku boleh meminta waktumu untuk sekedar bercerita mengapa bunga Aster yang tumbuh dengan aroma pedesaan lebih membuatku jatuh hati?.
Atau tentang kedua matamu yang teduh nan menenangkan itu? .
Semua ini terus berputar-putar pada ruang tengah ingatan, sedikit melelahkan tapi tak apa.
Selama ada kamu di sana aku ingin terus berputar-putar

Komentar
Posting Komentar