Mei berkelana, pada matamu akhirnya aku berteduh.
Dua puluh lima Mei dua ribu dua puluh tiga Sekali lagi aku menemukan seseorang sesak sebab tenggelam pada air matanya sendiri.
Berapa Mei sudah kita lewati? Aku berkelana selama 24 tahun di bumi ini tapi belum pernah aku dapati Mei yang paling banyak menghujani pipiku dengan kenangan-kenangan menyenangkan.
Malam-malam penuh hangat, peluk-peluk penuh tulus, serta ruas jari yang tak pernah kosong. Aku meminta pada semesta semoga ruas tangan ini tak pernah kosong agar terus kau genggam hingga nanti
Mei-Mei sudah aku berkenala, pada sepasang katamu akhirnya aku berteduh. Sebab, mencintaimu setara lautan dalam dan rahasia.

Komentar
Posting Komentar