Perempuan Yang Menghitung Hujan


Ia kembali menghitung jumlah hujan yang jatuh pada senyumnya. 

Serta tak berhenti mendengar lirih daun yang jatuh sebab berebut tanya: mengapa waktu sukar sekali menawarkan temu untuk sekedar bercerita??


Malam-malam menjadi bisu. Pertemuan ditukar dengan menjadi doa yang paling murni seraya menunggu. 

Sembari mengingat percakapan yang terus menjelma sepanjang malam. 


Adakalanya hati kita membutuhkan ruang panjang untuk bercerita. 

Meskipun nanti hanya air mata yang menjadi bahasa tubuh dalam menyampaikan segala suka cita. 

Komentar

Postingan Populer