Mata Nona
Pada lipatan-lipatan tanggal di kalender itu, Setumpuk air mata melabuhkan rindu laiknya doa yang berantai, tak pernah putus dan selalu disemogakan.
Nona, bilang manakah yang lebih kuat? ombak yang menghantam bibir pantai, ataukah rindu yang mengental disusuri kepingan doa hingga menuju ke Arsy?
Sebab mata nona berbicara, Semoga tidak lagi menghidangkan rindu yang keasinan karena dibanjiri air mata. Pada puisi ku sematkan doa-doa, agar kelak serumah

Komentar
Posting Komentar