Takdir seperti apa?

 Tiga tahun berlalu, waktu yang cukup lama untuk mengisi keberadaan. 

Rupa-rupanya karang tak selalu tabah ditimpa ombak, begitu pula hati setiap insan yang mencintai tuan nya.

Barangkali kita perlu berdamai dengan perasaan-perasaan yang lelah memilih jalan sunyi. 

Ikhlas tidak bisa ditakar dengan waktu, perihal rela ataupun tidak, kita kembalikan pada yang Maha memberi kasih. 

Lalu takdir seperti apa yang dirajut?? Seorang perempuan hanya bisa menjalani hari-harinya sebagai mana mestinya.

Perihal mencintai, biarlah Tuhan yang Maha tahu bagaimana ia mencintai tuan nya.

Aku mencarimu pada janji-janji yang kau kirim kala itu. Pada akhirnya aku memulai hari dengan sungai yang mengering di wajahku.

Komentar

Postingan Populer